Catatan Seorang Farmasis

PRINSIP KESEIMBANGAN GIZI BAGI BAYI

Posted on: 07/10/2011


By : fh4djh4r

A.PRINSIP KESEIMBANGAN GIZI PADA BAYI

Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Namun, dengan bertambahnya umur bayi dan tumbuh kembang, bayi memerlukan energi dan zat-zat gizi yang melebihi jumlah ASI. Bayi harus mendapat makanan tambahan/ pendamping ASI. Banyaknya ASI yang dihasilkan ibu tergantung dari status gizi ibu, makanan tambahan sewaktu hamil/ menyusui, stress mental dan sebagainya. Dianjurkan untuk memberi 100-110 Kkal energi tiap kgBB/ hari. Oleh karena itu, susu bayi mengandung kurang lebih 67 Kkal tiap 100 cc. Maka bayi diberikan 150-160 cc susu tiap kgBB. Tetapi tidak semua bayi memerlukan jumlah energi tersebut.

B. MACAM-MACAM MAKANAN BAYI

Makanan bayi beraneka ragam macamnya yaitu :

1. ASI ( Air Susu Ibu)

Makanan yang paling baik untuk bayi segera lahir adalah ASI. ASI mempunyai keunggulan baik ditinjau segi gizi, daya kekebalan tubuh, psikologi, ekonomi dan sebagainya.

a. Manfaat ASI

1) Ibu

Aspek kesehatan ibu : isapan bayi akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh kelenjar hipofisis. Oksitosin akan membantu involusi uterus dan mencegah terjadi perdarahan post partum. Penundaan haid dan berkurangnya perdarahan post partum mengurangi prevalensi anemia zat besi. Selain itu, mengurangi angka kejadian karsinoma mammae.

Aspek keluarga berencana : merupakan KB alami, sehingga dapat menjarangkan kehamilan. Menurut penelitian, rerata jarak kehamilan pada ibu yang menyusui adalah 24 bulan, sedangkan yang tidak 11 bulan.

Aspek psikologis : ibu akan merasa bangga dan diperlukan oleh bayinya karena dapat menyusui.

2) Bayi

Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi : mengandung lemak, karbohidrat, protein, garam dan mineral serta vitamin.

Mengandung zat protektif : terdapat zat protektif berupa laktobasilus bifidus,laktoferin, lisozim, komplemen C3 dan C4, faktor antistreptokokus, antibodi, imunitas seluler dan tidak menimbulkan alergi.

Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan : sewaktu menyusui kulit bayi akan menempel pada kulit ibu, sehingga akan memberikan manfaat untuk tumbuh kembang bayi kelak. Interaksi tersebut akan menimbulkan rasa aman dan kasih sayang.

Menyebabkan pertumbuhan yang baik : bayi yang mendapat ASI akan mengalami kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik dan mengurangi obesitas.

Mengurangi kejadian karies dentis : insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI, karena menyusui dengan botol dan dot pada waktu tidur akan menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan gigi menjadi asam sehingga merusak gigi.

Mengurangi kejadian maloklusi : penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot.

3) Keluarga

Aspek ekonomi : ASI tidak perlu dibeli dan karena ASI bayi jarang sakit sehingga dapat mengurangi biaya berobat.

Aspek psikologis : kelahiran jarang sehingga kebahagiaan keluarga bertambah dan mendekatkan hubungan bayi dengan keluarga.

Aspek kemudahan : menyusui sangat praktis sehingga dapat diberikan dimana saja dan kapan saja serta tidak merepotkan orang lain.

4) Negara

Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak.

Adanya faktor protektif dan nutrien yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik serta angka kesakitan dan kematian menurun. Beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi, seperti diare, otitis media, dan infeksi saluran pernafasan bagian bawah.

Mengurangi subsidi untuk rumah sakit.

Dengan adanya rawat gabung maka akan memperpendek lama rawat inap ibu dan bayi, mengurangi komplikasi persalinan dan infeksi nosokomial serta mengurangi biaya perawatan anak sakit.

Mengurangi devisa untuk membeli susu formula.

ASI dapat dianggap sebagai kekayaan nasional. Jika semua ibu menyusui, diperkirakan akan menghemat devisa sebesar Rp 8,6 milyar untuk membeli susu formula.

Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.

Anak yang dapat ASI dapat tumbuh kembang secara optimal, sehingga kualitas generasi penerus bangsa akan terjamin.

b. Komposisi ASI

Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu, hal ini berdasarkan pada stadium laktasi. Komposisi ASI dibedakan menjadi 3 macam yaitu:

1) Kolustrum : ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga setelah bayi lahir.

2) ASI transisi : ASI yang dihasilkan mulai hari keempat sampai hari ke sepuluh.

3) ASI mature : ASI yang dihasilkan mulai hari kesepuluh sampai dengan seterusnya.

Tabel 1. Komposisi Kandungan ASI

Kandungan Kolustrum Transisi ASI mature
Energi (kg kla)

57,0

63,0

65,0

Laktosa (gr/ 100 ml)

6,5

6,7

7,0

Lemak (gr/ 100 ml)

2,9

3,6

3,8

Protein (gr/ 100 ml)

1,195

0,965

1,324

Mineral (gr/ 100 ml)

0,3

0,3

0,2

Immunoglubin :

Ig A (mg/ 100ml)

Ig G (mg / 100 ml)

Ig M (mg/ 100 ml)

335,9

5,9

17,1

119,6

2,9

2,9

Lisosin (mg/ 100 ml)

14,2-16,4

24,3-27,5

Laktoferin

420-520

250-270

Sumber : Pelatihan Manajemen Laktasi, RSCM, 1989.

c. Kecukupan ASI

Untuk mengetahui kecukupan ASI dapat dilihat dari :

1) Berat badan waktu lahir telah tercapai sekurang-kurangnya akhir 2 minggu setelah lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan lebih 10 %.

2) Kurve pertumbuhan berat badan memuaskan, yaitu menunjukkan berat badan pada triwulan ke 1: 150-250 gr setiap minggu, triwulan ke 2 : 500-600 gr setiap bulan, triwulan ke 3 : 350-450 gr setiap bulan, triwulan ke 4 :250-350 gr setiap bulan atau berat badan naik 2 kali lipat berat badan waktu lahir pada umur 4-5 bulan dan 3 kali lipat pada umur satu tahun.

3) Bayi lebih banyak ngompol, sampai 6 kali atau lebih dalam sehari.

4) Setiap kali menyusui, bayi menyusu dengan rakus, kemudian melemah dan tertidur.

5) Payudara ibu terasa lunak setelah menyusui.

2. MPASI ( Makanan Pendamping ASI)

Makanan pendamping ASI (MPASI) diberikan setelah bayi berumur 6 bulan.

Jenis MPASI diantaranya:

Buah-buahan yang dihaluskan/ dalam bentuk sari buah. Misalnya pisang Ambon, pepaya , jeruk, tomat.

Makanan lunak dan lembek. Misal bubur susu, nasi tim.

Makanan bayi yang dikemas dalam kaleng/ karton/ sachet.

Tujuan pemberian makanan tambahan pendamping ASI adalah :

Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang.

Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk.

Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.

Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian MPASI :

Perhatikan kebersihan alat makan.

Membuat makanan secukupnya.

Berikan makanan dengan sebaik-baiknya.

Buat variasi makanan.

Ajak makan bersama anggota keluarga lain.

Jangan memberi makanan dekat dengan waktu makan.

Makanan berlemak menyebabkan rasa kenyang yang lama.

 

C. CARA PENGELOLAAN MAKANAN BAYI

Bayi setelah lahir sebaiknya diberikan ASI, namun seiring dengan tumbuh kembang diperlukan makanan pendamping ASI.

Tabel 2. Definisi Pemberian Makanan Bayi

Pemberian ASI Eksklusif

(Exclusive breastfeeding)

Bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan atau minuman lain termasuk air putih, kecuali obat, vitamin dan mineral dan ASI yang diperas.
Pemberian ASI Predominan

(Predominant breastfeeding)

Selain mendapat ASI, bayi juga diberi sedikit air minum, atau minuman cair lain, misal air teh.
Pemberian ASI Penuh

(Full breastfeeding)

Bayi mendapat salah satu ASI eksklusif atau ASI predominan.
Pemberian Susu Botol

(Bottle feeding)

Cara pemberian makan bayi dengan susu apa saja, termasuk juga ASI diperas dengan botol.
Pemberian ASI Parsial

(Artificial feeding)

Sebagian menyusui dan sebagian lagi susu buatan/ formula atau sereal atau makanan lain.
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) tepat waktu (Timely complementary feeding) Memberikan bayi makanan lain disamping ASI ketika waktunya tepat yaitu mulai 6 bulan.

Tabel 3. Rekomendasi Pemberian Makanan Bayi

Mulai menyusui Dalam waktu 30-60 menit setelah melahirkan.
Menyusui eksklusif Umur 0-6 bulan pertama.
Makanan pendamping ASI (MPASI) Mulai diberikan pada umur antara 4-6 bulan (umur yang tepat bervariasi, atau bila menunjukkan kesiapan neurologis dan neuromuskuler).
Berikan MPASI Pada semua bayi yang telah berumur lebih dari 6 bulan.
Teruskan pemberian ASI Sampai anak berumur 2 tahun atau lebih.

Tabel 4. Jadwal Pemberian Makanan pada Bayi

Umur

Macam makanan

Pemberian selama 24 jam

1-2 minggu

3 mg s/d 3 bulan

3 bulan

4-5 bulan

6 bulan

7-12 bulan

ASI atau

Formula adaptasi

ASI atau

Formula adaptasi

ASI atau

Formula adaptasi

Jus buah

ASI atau

Formula adaptasi

Bubur susu

Jus buah

ASI atau

Formula adaptasi

Bubur susu

Jus buah

ASI atau

Formula adaptasi

Bubur susu

Nasi tim

Jus buah

Sesuka bayi

6-7 kali 90 ml

Sesuka bayi

6 kali 100-150 ml

Sesuka bayi

5 kali 180 ml

1-2 kali 50-75 ml

Sesuka bayi

4 kali 180 ml

1 x 40-50 g bubuk

1 kali 50-100 ml

Sesuka bayi

3 kali 180-200 ml

2 x 40-50 g bubuk

1 kali 50-100 ml

Sesuka bayi

2 kali 200-250 ml

2x 40- 50 g bubuk

1 x 40-50 g bubuk

1-2 kali 50-100 ml

Sumber: Ilmu Gizi Klinis Pada Anak, 2000

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI

Hal-hal yang perlu diperhatikan supaya pengaturan makan untuk bayi dan anak dapat berhasil dengan baik adalah sebagai berikut :

1. Kerjasama ibu dan anak.

Dimulai pada saat kelahiran bayi dilanjutkan sampai dengan anak mampu makan sendiri. Makanan hendaknya menyenangkan bagi anak dan ibu. Ibu yang tegang, cemas, mudah marah merupakan suatu kecenderungan untuk menimbulkan kesulitan makan pada anak.

2. Memulai pemberian makan sedini mungkin.

Pemberian makan sedini mungkin mempunyai tujuan menunjang proses metabolisme yang normal, untuk pertumbuhan, menciptakan hubungan lekat ibu dan anak, mengurangi resiko terjadinya hipoglikemia, hiperkalemi, hiperbilirubinemia dan azotemia.

3. Mengatur sendiri.

Pada awal kehidupannya, seharusnya bayi sendiri yang mengatur keperluan akan makanan. Keuntungannya untuk mengatur dirinya sendiri akan kebutuhan zat gizi yang diperlukan.

4. Peran ayah dan anggota keluarga lain.

5. Menentukan jadwal pemberian makanan bayi.

6. Umur.

7. Berat badan.

8. Diagnosis dari penyakit dan stadium (keadaan).

9. Keadaan mulut sebagai alat penerima makanan.

10. Kebiasaan makan (kesukaan, ketidaksukaan dan acceptability dari jenis makanan dan toleransi daripada anak terhadap makanan yang diberikan).

E. PENGARUH STATUS GIZI SEIMBANG BAGI BAYI

Tumbuh kembang anak selain dipengaruhi oleh faktor keturunan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Adapun faktor lingkungan yang berpengaruh adalah masukan makanan (diet), sinar matahari, lingkungan yang bersih, latihan jasmani dan keadaan kesehatan. Pemberian makanan yang berkualitas dan kuantitasnya baik menunjang tumbuh kembang, sehingga bayi dapat tumbuh normal dan sehat/ terbebas dari penyakit.

Makanan yang diberikan pada bayi dan anak akan digunakan untuk pertumbuhan badan, karena itu status gizi dan pertumbuhan dapat dipakai sebagai ukuran untuk memantau kecukupan gizi bayi dan anak. Kecukupan makanan dan ASI dapat dipantau dengan menggunakan KMS. Daerah diatas garis merah dibentuk oleh pita warna kuning, hijau muda, hijau tua, hijau muda dan kuning. Setiap pita mempunyai nilai 5 % perubahan baku. Diatas kurve 100 % adalah status gizi lebih. Diatas 80 % sampai dengan batas 100 % adalah status gizi normal, yang digambarkan oleh pita warna hijau muda sampai hijau tua.

F. DAMPAK KELEBIHAN DAN KEKURANGAN GIZI PADA BAYI

Makanan yang ideal harus mengandung cukup energi dan zat esensial sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Pemberian makanan yang kelebihan akan energi mengakibatkan obesitas, sedang kelebihan zat gizi esensial dalam jangka waktu lama akan menimbulkan penimbunan zat gizi tersebut dan menjadi racun bagi tubuh. Misalnya hipervitaminosis A, hipervitaminosis D dan hiperkalemi.

Sebaliknya kekurangan energi dalam jangka waktu lama berakibat menghambat pertumbuhan dan mengurangi cadangan energi dalam tubuh sehingga terjadi marasmus (gizi kurang/ buruk). Kekurangan zat esensial mengakibatkan defisiensi zat gizi tersebut. Misalnya xeroftalmia (kekurangan vit.A), Rakhitis (kekurangan vit.D).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Page Translate


Klik tombol di bawah ini untuk berlangganan ke blog saya dan menerima pemberitahuan posting baru melalui email.

Join 11 other followers

Me Inside

want to be friends with you

All Articles

RSS Lintas Olahraga

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Seputar Enterpreneur

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

See All My Tag

Antibakteri asam salisilat belajar wordpress bagi pemula Buku Pegangan farmasetika cara buat avatar cara buat buku tamu hanya dalam hitungan menit cara memasang emoticon diblog Cara memformulasikan sediaan suspensi cara mengatasi sakit haid cara menyembuhkan herpes simplex Cara menyembuhkan Penyakit Hipertensi cara pasang avatar ciri ciri keguguran ciri ciri orang hamil daftar isi bagi pemula wordpress Diagnosa Kanker Dan patofisiologi Kanker Disfungsi Ereksi dosis albendazle dosis aspirin efek samping aminofilin efek samping amoksisilin EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI farmakologi obat herbal di negara china Formulasi Bahan Kosmetika HomePage Kaskus Infeksi saluran kemih ISK Istilah kaskus kala I II III IV Kasih Ibu Sepanjang Masa kebutuhan bayi terhadap gizi yang seimbang Kedisiplinan adalah Kunci dari keberhasilan keluarga berencana Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar macam macam penyakit haid Manfaat mengikuti program KB Mekanisme albendazole mekanisme aminofilin mekanisme amoksisilin mekanisme dan dosis asiklovir mekanisme haid mekanisme kerja asetosal Mekanisme Tabir surya Minyak atsiri Motivasi Mario teguh tentang rejeki nyeri datang bulan obat antibiotik untuk sakit gigi obat sakit asma Penanganan gizi buruk pengobatan infeksi cacing pentingnya ber KB pentingnya gizi seimbang untuk bayi penting nya jiwa kepemimpinan Penyakit rematik dan Pengobatannya penyembuhan infeksi aluran kemih perkembangan KB proses persalinan Rahasia Amanah Registrasi Kaskus Rule of the Kaskus script Html bagi pemula Scrolldown yang menarik Sejarah Farmasi Sejarah KasKus seputar informasi KB Sesepuh Kaskus siapakah ahli sunah itu? Staphylococus. Stres Dan Penyebabnya Sukses Wawancara tahapan persalinan pada ibu hamil tanda tanda kehamilan Tips Mudah meningkatkan PR dan banyaknya blacklink toxicology the basic science of poisons Tutorial Wordpress terlengkap

TooLs

Pengunjung Saat Ini Dari

Polling Blog Me